Lembata atau juga dikenal dengan Lomblen adalah salah satu pulau di Flores bagian timur, sebuah tempat yang memikat dengan masyarakat yang ramah, tempat-tempat yang indah dan kebudayaan yang memikat minat para pengunjung. Lembata memiliki banyak pantai yang indah dan masih asli belum terjamah oleh kepentingan manusia. Penduduk Lembata sebagian besar mata pencariannya sebagai petani dan nelayan, besarnya potensi kelautan di Lembata membuka peluang yang sangat besar untuk dimanfaatkan oleh para nelayan.

Selain potensi kelautan, Lembata juga memiliki berbagai potensi pariwisata, terdapat banyak obyek pariwisata yang menarik di Kabupaten Lembata antara lain; pulau pasir putih awelolong, gua maria lewoleba, pantai waijarang, air panas sabu tobo, gas alam watuwawer, pantai rekreasi tanah treket, desa Lamalera dengan tradisi penangkapan ikan pausnya, rumah adat dan ritus pesta kacang di desa Jontona, pasir putih mingar, pantai lewolein, air terjun atawuwur, pantai pasir putih bean.

Luas wilayah Kabupaten Lembata 1.266,39 km persegi, kira-kira sepertiga puluh tujuh dari total luas daratan Nusa Tenggara Timur (Luas NTT 47.349,90 Km persegi). Lembata dibatasi batas geografis sebagai berikut:

  • Utara : Laut Flores
  • Selatan : Laut Sawu
  • Timur : Kab. Alor
  • Barat : Kab. Flores Timur

Lembata secara astronomis terletak antara

8°10′ – 8°11′ LS dan 123°12′ – 123°57′ BT.

Curah hujan tertinggi tercatat sebesar 1705 mm dan hari hujan sebanyak 103 hari. Daerah dengan curah hujan tinggi terutama terdapat dikecamatan Lebatukan, sementara daerah dengan curah hujan terendah dan sering terjadi kekeringan di musim kemarau berada di Kecamatan Ile Ape.

Sebagian besar desa di Kabupaten Lembata merupakan desa pesisir yang jumlahnya mencapai 82 desa dari 144 desa/kelurahan. Lembata termasuk daerah beriklim tropis dengan musim kemarau yang panjang rata-rata (9-10) bulan dan musim hujan yang relatif singkat rata-rata (2-3) bulan.

Kabupaten Lembata terdiri dari : 9 kecamatan, 7 Kelurahan, 137 Desa